Senin, 09 Februari 2026

PERTEMUAN KETIGA-TEOLOGI FORMASI SPIRITUAL

 

PERTEMUAN 3

TEOLOGI FORMASI SPIRITUAL

Mata Kuliah: Formasi Spiritual

Program Studi Teologi – STT Wesley

Bobot: 2 SKS | Semester 2


I. PENDAHULUAN

Jika pada pertemuan pertama mahasiswa diajak memahami apa itu formasi spiritual dan mengapa hal itu penting, maka pada pertemuan kedua ini fokus diarahkan pada pertanyaan yang lebih mendasar: apa dasar teologis dari formasi spiritual Kristen? Tanpa fondasi teologi yang kuat, praktik-praktik spiritual mudah tergelincir menjadi moralistik, legalistik, atau bahkan sinkretistik.

Teologi formasi spiritual menegaskan bahwa pertumbuhan rohani bukan sekadar usaha manusia untuk menjadi lebih baik, melainkan respons terhadap karya penyelamatan Allah yang berakar pada natur Allah sendiri. Formasi spiritual berakar dalam karya Tritunggal: Bapa yang merancang keselamatan, Anak yang mewujudkan keselamatan, dan Roh Kudus yang mengaktualkan keselamatan dalam kehidupan orang percaya.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu:

1.    Menjelaskan dasar teologis formasi spiritual dalam narasi Alkitab.

2.    Memahami konsep imago Dei dan dampak kejatuhan manusia.

3.    Membedakan pembenaran dan pengudusan dalam proses keselamatan.

4.    Menjelaskan peran Tritunggal dalam formasi spiritual.

5.    Memahami perspektif Wesley tentang pengudusan dan kesempurnaan Kristen.


III. IMAGO DEI: MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK FORMATIF

1. Manusia Diciptakan Menurut Gambar Allah

Kejadian 1:26–27 menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei). Ini berarti manusia diciptakan dengan kapasitas relasional, moral, dan spiritual untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan sesama.

Sebagai gambar Allah, manusia bersifat formatif—hidupnya terus dibentuk oleh relasi dengan Pencipta. Formasi spiritual bukan konsep asing, melainkan bagian dari maksud penciptaan sejak awal.

2. Imago Dei dan Panggilan untuk Menjadi

Imago Dei bukan hanya status, tetapi juga panggilan. Manusia dipanggil untuk mencerminkan karakter Allah dalam dunia. Dengan demikian, formasi spiritual adalah proses pemulihan dan pendewasaan imago Dei agar semakin memancarkan kemuliaan Allah.

IV. KEJATUHAN MANUSIA DAN DISTORSI FORMASI

1. Dosa sebagai Distorsi Relasional

Kejadian 3 menggambarkan kejatuhan manusia sebagai rusaknya relasi dengan Allah, sesama, diri sendiri, dan ciptaan. Dosa tidak menghapus imago Dei, tetapi merusaknya.

Akibat dosa, manusia tetap dibentuk, tetapi ke arah yang salah. Formasi tanpa Allah menghasilkan deformasi rohani.

2. Dampak Kejatuhan terhadap Kehidupan Batin

Distorsi ini terlihat dalam:

  • Kehendak yang terbelah
  • Pikiran yang gelap
  • Afeksi yang tidak tertata
  • Relasi yang rusak

Oleh karena itu, formasi spiritual Kristen selalu dimulai dari pengakuan bahwa manusia membutuhkan anugerah, bukan sekadar disiplin diri.

V. PEMBENARAN DAN PENGUDUSAN

1. Pembenaran: Status Baru dalam Kristus

Pembenaran adalah tindakan Allah yang menyatakan orang berdosa benar di hadapan-Nya oleh iman kepada Kristus (Rm. 5:1). Ini adalah peristiwa sekali untuk selamanya, bukan proses bertahap.

Pembenaran menjadi dasar yang kokoh bagi formasi spiritual. Tanpa pembenaran, formasi berubah menjadi usaha mencari penerimaan Allah.

2. Pengudusan: Proses Menjadi Serupa Kristus

Pengudusan adalah proses berkelanjutan di mana orang percaya dibentuk menjadi serupa Kristus. Di sinilah formasi spiritual menemukan konteksnya.

Pengudusan mencakup:

  • Dimensi posisi (kudus dalam Kristus)
  • Dimensi progresif (dibentuk sepanjang hidup)

Formasi spiritual adalah ekspresi konkret dari pengudusan progresif.

VI. KARYA TRINITAS DALAM FORMASI SPIRITUAL

1. Allah Bapa: Sumber dan Tujuan Formasi

Bapa adalah perancang keselamatan dan tujuan akhir formasi spiritual. Segala pembentukan hidup orang percaya diarahkan pada relasi anak dengan Bapa.

2. Allah Anak: Pola dan Teladan

Yesus Kristus adalah gambar Allah yang sempurna (Kol. 1:15). Dalam hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya, Kristus menjadi pola kehidupan baru bagi umat Allah.

Formasi spiritual bukan meniru Yesus secara dangkal, tetapi hidup dalam Kristus.

3. Roh Kudus: Agen Transformasi

Roh Kudus adalah agen utama yang mengerjakan transformasi batin. Ia menerapkan karya Kristus ke dalam kehidupan orang percaya secara personal dan kontekstual.

Tanpa Roh Kudus, disiplin spiritual kehilangan daya transformatifnya.

VII. PERSPEKTIF WESLEY TENTANG PENGUDUSAN

1. Keselamatan sebagai Jalan

John Wesley memandang keselamatan sebagai jalan keselamatan (the Scripture way of salvation). Keselamatan tidak berhenti pada pertobatan, tetapi berlanjut dalam proses pengudusan.

2. Anugerah yang Bertanggung Jawab

Wesley menekankan responsible grace: anugerah Allah yang mengundang respons aktif manusia. Disiplin rohani adalah sarana anugerah (means of grace).

3. Kesempurnaan Kristen

Kesempurnaan Kristen menurut Wesley bukanlah tanpa dosa absolut, melainkan kesempurnaan dalam kasih. Formasi spiritual bertujuan membentuk hati yang sepenuhnya diarahkan kepada Allah dan sesama.

VIII. IMPLIKASI PRAKTIS BAGI MAHASISWA TEOLOGI

Teologi formasi spiritual menolong mahasiswa memahami bahwa:

  • Formasi berakar pada anugerah, bukan usaha manusia
  • Praktik rohani harus selalu dikaitkan dengan karya Kristus
  • Studi teologi adalah bagian dari pengudusan
  • Pelayanan tanpa formasi berisiko menjadi kering dan destruktif

IX. STUDI KASUS BIBLIKA (DISKUSI KELOMPOK)

Kasus: Seorang mahasiswa teologi aktif dalam pelayanan dan akademik, tetapi mengalami kelelahan rohani dan kehilangan sukacita.

Pertanyaan diskusi:

1.    Bagaimana konsep pembenaran dan pengudusan menolong memahami situasi ini?

2.    Distorsi formasi apa yang mungkin terjadi?

3.    Bagaimana pendekatan Wesleyan dapat memberikan arah pemulihan?

X. PENUTUP

Teologi formasi spiritual menegaskan bahwa pertumbuhan rohani Kristen berakar pada karya Allah Tritunggal dan diwujudkan dalam proses pengudusan yang berkelanjutan. Dengan fondasi teologis yang benar, praktik formasi spiritual tidak menjadi beban, melainkan sarana anugerah.

Pertemuan ini mengundang mahasiswa untuk melihat kehidupan rohani mereka bukan sebagai kewajiban religius, tetapi sebagai perjalanan kasih dalam anugerah Allah.

“Allah bekerja di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13)

Kiranya pemahaman ini menolong mahasiswa menjalani proses formasi spiritual dengan iman, kerendahan hati, dan pengharapan.

Tugas:

  • Membuat peta konsep tentang proses pengudusan menurut teologi Wesley
  • Membaca: Collins, Kenneth J. "The Scripture Way of Salvation" (selected chapters)

 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Nama
Lectio
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Meditatio : Menyelamatkan.

Oratio : Melalui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya jika kita mengikut Tuhan dan memikul salib-NYA, maka Tuhan akan menyelamatkan nyawa kita dari dosa dan maut. Dan saya juga merasakan bahwa saya, telah diselamatkan oleh TUhan lewat pengorbanan Tuhan dikayu salib, untuk menebus dosa saya. Dan saya berkomitmen untuk tetap setia dan mengikut Tuhan.

Anonim mengatakan...

Nama: Jelita Octavia Simamora
Lectio
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Meditatio : Menyelamatkan.

Oratio : Melalui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya jika kita mengikut Tuhan dan memikul salib-NYA, maka Tuhan akan menyelamatkan nyawa kita dari dosa dan maut. Dan saya juga merasakan bahwa saya, telah diselamatkan oleh TUhan lewat pengorbanan Tuhan dikayu salib, untuk menebus dosa saya. Dan saya berkomitmen untuk tetap setia dan mengikut Tuhan.

TUGAS MINGGUAN PERTEMUAN 11-Eksplorasi Tradisi Spiritual

 Tugas Mingguan: "Eksplorasi Tradisi Spiritual" Instruksi: Pilih SATU dari 5 tradisi formasi spiritual yang telah kita pelajari (s...