Tugas —
Lectio Divina 3 Hari
- Lakukan Lectio Divina 3 kali dalam seminggu ke depan
- Gunakan perikop berbeda tiap
hari
- Tuliskan jurnal harian
(300–400 kata per hari) yang memuat: teks yang dipakai, kata/frasa yang
muncul, doa/respons, pengalaman keheningan, dan aplikasi/aksi.
- Serahkan satu file gabungan
(900–1200 kata total) pada waktu yang ditentukan.
- Dikumpul paling lambat Minggu, 15 Februari 2026 melalui kolom komentar di Blog ini
26 komentar:
Nama : Jelita Octavia Simamora
Hari Senin Tanggal Februari 2026
Lectio
Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Meditatio : Pertumbuhan.
Oratio : Melalaui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya bertumbuh bukan hanya secara fisik, melainkan juga bertumbuh secara iman, mengajarkan saya untuk bertumbuh didalam kedewasaan, mencapai pertumbuhan iman dan pengetahuan yang benar sesuai dengan kepenuhan Kristus. Dengan pertumbuhan ini saya berkomitmen memampukan iman dan pengetahuan saya bertumbuh sesuai dengan tentang anak Allah dengan kepenuhan Kristus.
Hari Selasa 10 Februari 2026
Lectio
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Meditatio : Menyelamatkan.
Oratio : Melalui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya jika kita mengikut Tuhan dan memikul salib-NYA, maka Tuhan akan menyelamatkan nyawa kita dari dosa dan maut. Dan saya juga merasakan bahwa saya, telah diselamatkan oleh TUhan lewat pengorbanan Tuhan dikayu salib, untuk menebus dosa saya. Dan saya berkomitmen untuk tetap setia dan mengikut Tuhan.
Hari Rabu 11 Februari 2026
Lectio
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Meditatio : Babtis.
Oratio : Melalui Firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, untuk mendapatkan baptisan yang sesungguhnya dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dengan menjadikan bangsa sebagai murid-murid-NYA. Lewat baptisan yang saya terima, saya berkotmitmen, untuk tetap setia menjadi murid-murid Tuhan.
Nama : Jelita Octavia Simamora
Tugas Lectio Divina
Hari Senin Tanggal Februari 2026
Lectio
Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Meditatio : Pertumbuhan.
Oratio : Melalaui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya bertumbuh bukan hanya secara fisik, melainkan juga bertumbuh secara iman, mengajarkan saya untuk bertumbuh didalam kedewasaan, mencapai pertumbuhan iman dan pengetahuan yang benar sesuai dengan kepenuhan Kristus. Dengan pertumbuhan ini saya berkomitmen memampukan iman dan pengetahuan saya bertumbuh sesuai dengan tentang anak Allah dengan kepenuhan Kristus.
Hari Selasa 10 Februari 2026
Lectio
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Meditatio : Menyelamatkan.
Oratio : Melalui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya jika kita mengikut Tuhan dan memikul salib-NYA, maka Tuhan akan menyelamatkan nyawa kita dari dosa dan maut. Dan saya juga merasakan bahwa saya, telah diselamatkan oleh TUhan lewat pengorbanan Tuhan dikayu salib, untuk menebus dosa saya. Dan saya berkomitmen untuk tetap setia dan mengikut Tuhan.
Hari Rabu 11 Februari 2026
Lectio
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Meditatio : Babtis.
Oratio : Melalui Firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, untuk mendapatkan baptisan yang sesungguhnya dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dengan menjadikan bangsa sebagai murid-murid-NYA. Lewat baptisan yang saya terima, saya berkotmitmen, untuk tetap setia menjadi murid-murid Tuhan.
Sabtu, 14 Februari 2026
Kintania Dara Puspita
amsal 13
setelah saya membaca pasal ini beberapa kali, saya akan selalu terpaku dan terhenti pada ayat yang ketiga, yang mengatakan siapa yang menjaga mulutnya memelihara nyawa.
ini mengingatkan saya untuk menjaga lisan dan memperkatakan berkat, dan juga untuk menjaga hati seseorang dgn perkataan yang baik.
Hari 1 11 febuari 2026
Teks yang Dipakai
Mazmur 46:2–4 menyatakan bahwa Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya. Pemazmur menggunakan gambaran alam yang penuh kekacauan—bumi berubah, gunung bergoncang, dan laut bergelora—untuk menunjukkan situasi yang menakutkan dan tidak terkendali. Namun, di tengah semua itu, pemazmur menegaskan bahwa umat Allah tidak perlu takut karena Tuhan hadir sebagai penolong yang setia.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “Allah itu bagi kita tempat perlindungan” sangat menyentuh saya. Kata “perlindungan” mengandung makna aman, teduh, dan terlindungi. Saya menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, saya sering mencari rasa aman dari hal-hal duniawi seperti kepastian rencana, kemampuan diri, atau dukungan manusia, bukan sepenuhnya dari Tuhan.
Doa/Respons
Tuhan, aku mengaku bahwa aku sering merasa takut dan gelisah ketika hidup tidak berjalan sesuai harapanku. Aku mudah khawatir akan masa depan dan tanggung jawab yang harus kujalani. Melalui firman-Mu hari ini, Engkau mengingatkanku bahwa Engkaulah tempat perlindungan yang sejati. Ajarlah aku untuk bersandar sepenuhnya kepada-Mu dan mempercayakan hidupku di dalam tangan-Mu. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya mencoba menenangkan diri dan membuka hati di hadapan Tuhan. Saya membayangkan Tuhan berdiri teguh di tengah badai hidup saya. Perlahan, muncul rasa damai dan keyakinan bahwa saya tidak sendirian menghadapi pergumulan hidup.
Aplikasi/Aksi
Saya berkomitmen untuk menyerahkan setiap kekhawatiran kepada Tuhan melalui doa, terutama saat saya merasa takut dan cemas. Saya juga akan mengingat firman ini sebagai penguat iman dalam situasi sulit.
Hari 2 12 febuari 2026
Teks yang Dipakai
Amsal 3:5–6 berisi nasihat agar manusia percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian sendiri. Firman ini mengajarkan bahwa Tuhan akan meluruskan jalan hidup orang yang mengakui Dia dalam setiap aspek kehidupannya.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri” menegur saya secara pribadi. Saya menyadari bahwa sering kali saya merasa paling tahu apa yang terbaik bagi hidup saya. Tanpa sadar, saya menempatkan logika dan rencana pribadi lebih tinggi daripada kehendak Tuhan.
Doa/Respons
Tuhan, aku mengaku bahwa aku sering sulit percaya sepenuhnya kepada-Mu. Aku ingin mengendalikan hidupku sendiri dan takut jika rencana-Mu tidak sesuai dengan keinginanku. Ajarlah aku untuk rendah hati dan taat, serta berani menyerahkan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya mencoba melepaskan keinginan untuk mengendalikan hidup. Awalnya muncul rasa takut, tetapi kemudian saya merasakan kelegaan karena saya sadar bahwa Tuhanlah yang memimpin hidup saya.
Aplikasi/Aksi
Saya akan melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan melalui doa dan perenungan firman, serta belajar taat meskipun tidak selalu mengerti jalan Tuhan.
.
Hari 3 14 febuari 2026
Teks yang Dipakai
Dalam Matius 11:28–30, Yesus mengundang semua orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Yesus menjanjikan kelegaan bagi mereka yang mau memikul kuk yang Ia berikan dan belajar dari-Nya yang lemah lembut dan rendah hati.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “datanglah kepada-Ku” sangat menyentuh hati saya. Undangan ini terasa pribadi dan penuh kasih. Yesus tidak menuntut kesempurnaan, melainkan mengundang saya untuk datang apa adanya dengan segala kelelahan dan beban hidup.
Doa/Respons
Tuhan Yesus, aku sering merasa lelah secara fisik, emosional, dan rohani. Aku memikul banyak beban yang sering kali tidak sanggup kutanggung sendiri. Hari ini aku datang kepada-Mu dan menyerahkan semua keletihanku. Berilah aku kelegaan dan hati yang mau belajar taat kepada-Mu. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya membayangkan Yesus menyambut saya dengan penuh kasih. Saya merasakan ketenangan dan rasa diterima, seolah Yesus berkata bahwa saya aman berada di dalam-Nya.
Aplikasi/Aksi
Saya akan menyediakan waktu khusus untuk beristirahat secara rohani melalui doa, membaca firman, dan refleksi pribadi agar tetap hidup dekat dengan Tuhan.
Ini adalah punya lidya
Senin, 9 Februari 2026
Perikop: Kejadian 12:1–5
Tema: Kita Hidup Karena Perkataan Allah
Lectio
Tuhan memanggil Abram untuk keluar dari negerinya, dari keluarga nya , dan dari rumah bapanya menuju negeri yang akan Tuhan tunjukkan. Tuhan berjanji menjadikannya bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi. Abram taat dan pergi seperti yang difirmankan Tuhan. Hidup Abram berubah bukan karena keadaan, tetapi karena ia mendengar dan percaya pada perkataan Allah.
Meditatio
Kalimat “Pergilah dari negerimu” sangat kuat bagi aku. Hidup Abram dimulai dari ketaatan pada firman Tuhan.Aku menyadari bahwa hidup rohani aku juga bertumbuh ketika aku berani melangkah berdasarkan perkataan Allah, bukan rasa aman pribadi. Aku juga menyadari bahwa abraham sangat taat pada Allah, padahal dia tidak tau apa yg akan terjadi.
Oratio
Tuhan, ajarku untuk hidup karena firman-Mu. Beri aku keberanian seperti Abram untuk melangkah walau belum melihat hasilnya. Biarlah hidupku menjadi berkat karena aku taat pada perkataan-Mu. Beri aku hidup untuk menjadi saluran berkat kepada orang lain, karena Engkau sudah memberkati ku lebih awal, Amin
Contemplatio
Dalam keheningan, aku merasakan dorongan untuk lebih peka terhadap suara Tuhan. Seolah Tuhan mengingatkan bahwa masa depan aku ada dalam rencana-Nya. Dan aku merasakan bahwa hidup menjadi saluran berkat tidak harus dari apa yg kita punya, tetapi berkat membritakan firman atau menceritakan tentang Engkau itu adalah berkat
Actio
Aku akan belajar taat pada firman Tuhan, meskipun itu menuntut aku keluar dari zona nyaman.
Hari 2 : 11 rabu 2026
Perikop: Yohanes 1:1–5
Tema: Hidup Ada Dalam Firman
Lectio
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah jadi. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Meditatio
Frasa “Dalam Dia ada hidup” menyentuh hati ku. Hidup sejati bukan berasal dari kekuatan atau usaha manusia, tetapi dari Firman itu sendiri. Aku diingatkan bahwa Yesus adalah sumber hidup yang sejati.
Oratio
Tuhan Yesus, Engkau adalah Firman yang hidup. Terangi hatiku agar aku tidak berjalan dalam kegelapan. Biarlah hidupku selalu terhubung dengan-Mu sebagai sumber kehidupan. Amin.
Contemplatio
Aku membayangkan terang yang perlahan mengusir kegelapan. Ada rasa damai ketika menyadari bahwa hidup ku berada dalam tangan Tuhan.
Actio
Aku akan menyediakan waktu membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari agar hidup saya tetap berakar pada-Nya.
Hari 3 : 13 jumat , Februari 2026
Perikop: Roma 10:17
Tema: Hidup Tumbuh Dari Firman
Lectio
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Ayat ini menegaskan bahwa iman tidak muncul begitu saja, tetapi lahir dari mendengar dan menerima firman Tuhan.
Meditatio
Kata “iman timbul dari pendengaran” menegur ku. Aku sering ingin iman yang kuat, tetapi kurang menyediakan waktu untuk mendengar firman Tuhan.
Oratio
Tuhan, bukalah telingaku untuk mendengar firman-Mu dengan sungguh. Tumbuhkan iman dalam hatiku melalui setiap perkataan-Mu. Amin.
Contemplatio
Dalam diam, aku sangat merasakan kerinduan untuk lebih sering mendengar dan merenungkan firman Tuhan.
Actio
Aku akan lebih disiplin mendengarkan khotbah dan membaca Alkitab agar iman ku terus bertumbuh.
Nama : Gracecia Lubis
Nim : 2501112
Mata kuliah : Formasi Spiritual
Lectio Divina
1. Membaca nats alkitab dari Yesaya 41:10 "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
Kalimat yang mengenai hati saya "Jangan takut sebab Aku menyertai engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku"
Banyak hal-hal yang mungkin saya takutkan dalam hidup saya. Di awal yang baru ini, saya memulai segala sesuatu yang baru, asrama dan perkuliahan yang jauh dari orang tua. Takut gagal, takut tidak sesuai harapan selalu saja tersirat dalam pikiran saya. Tapi melalui ayat ini, saya yakin Tuhan tidak akan melepaskan saya begitu saja, karena hidup saya adalah milik-Nya. Doa yang saya ucapkan kepada Tuhan “Tuhan, sering kali aku takut menghadapi masa depan dan tanggung jawab yang ada di depanku. Tetapi hari ini Engkau mengingatkanku bahwa Engkau menyertai dan menolongku. Ajari aku untuk percaya, bukan pada kekuatanku, tetapi pada kuasa-Mu. Kuatkan hatiku. Amin.”
2. Membaca nats 1 Petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
Kalimat yang membekas di hati saya yaitu "Ia yang memelihara kamu"
Saya mau belajar untuk percaya dan menyerahkan hidup saya kepada Tuhan. Kemana pun arahnya, Tuhan pasti telah mempersiapkan segala sesuatu yang baik untuk saya. Bunga bakung dan burung-burung di udara saja, Tuhan pelihara. Apalagi saya manusia ciptaan-Nya.
Doa saya hari :
“Tuhan, Engkau tahu isi hatiku. Ada banyak kekuatiran yang sering membuatku gelisah. Hari ini aku mau belajar menyerahkannya kepada-Mu. Ajari aku percaya bahwa Engkau memelihara hidupku, bahkan ketika aku tidak mengerti jalan-Mu. Amin.”
3. Membaca nats dari Yohanes 3:35 "Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."
Kalimat yang berulang kali dibaca "telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya" Allah telah menyerahkan segala sesuatu kepada Yesus, Bapa mempercayakan segalanya kepada Anak. Saya juga mau belajar untuk menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan, saya mempercayai Tuhan. Seperti seorang anak yang percaya kepada bapanya.
Doa singkat saya :
“Bapa, terima kasih karena Engkau mengasihi Anak-Mu dengan sempurna. Ajari aku untuk percaya sepenuhnya kepada Yesus, yang Engkau beri kuasa atas segala sesuatu. Aku mau menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Nya. Bentuklah hatiku agar hidup dalam ketaatan dan kasih. Amin.”
Selasa 10 Februari 2026
*Melakukan Kehendak Allah*
Lectio Divina dari Matius 7:21 menolong saya menyadari bahwa hubungan dengan Tuhan tidak dibangun dari kata-kata rohani, pelayanan, atau pengakuan iman di depan orang lain, tetapi dari ketaatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Saat saya membaca ayat ini perlahan, saya ditegur karena sering kali lebih mudah berkata “Tuhan, Tuhan” daripada melakukan kehendak-Nya ketika itu menuntut pengorbanan, kejujuran, atau kerendahan hati. Firman ini membuat saya bertanya dengan jujur pada diri sendiri: apakah iman saya hanya terlihat saat berbicara, tetapi hilang saat harus mempraktikkannya di rumah, di kampus, atau dalam relasi dengan sesama. Saya berdoa dan Dalam doa, saya mengakui kelemahan saya dan memohon agar Tuhan mengubah hati saya, bukan hanya perilaku luar melainkan hati saya juga. Saat saya berdiam diri di hadapan Tuhan, saya belajar bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau taat kepadanya. Karena itu, saya memutuskan untuk hidup lebih konsisten, melakukan firman dalam hal-hal kecil setiap hari, sehingga iman saya tidak hanya terdengar baik, tetapi benar-benar terlihat dalam hidup saya.
Rabu 11 Februari 2026
*Percaya kepada Tuhan sebagai Dasar Hidup*
Lectio Divina dari Amsal 3:5–6 menolong saya buat pelan-pelan belajar berhenti dari kebiasaan hidup saya yang selalu berfikir sendiri dan merasa harus selalu kuat. Waktu saya membaca ayat ini, saya diingatkan bahwa Tuhan meminta saya agar percaya penuh kepada Tuhan, bukan hanya saat keadaan hidup saya lagi tenang, tetapi juga ketika saya di fase hidup yang penuh dengan kebingungan, capek, atau apa yang saya sudah menjadi rencana saya namun tidak tercapai. Saat saya merenungkan firman ini, saya sadar banyak keputusan hidup yang saya ambil berdasarkan logika, ego, atau takut gagal, tanpa benar-benar bawa itu semua ke Tuhan. Di bagian doa, saya belajar jujur dan mengeluarkan semua isi hati saya ke Tuhan soal kekhawatiran, tekanan hidup, masa depan, dan hal-hal yang bikin saya ragu untuk melangkah, lalu saya belajar diam dan tenang di hadapan-Nya, dan percaya bahwa Tuhan tetap bekerja meski saya belum melihat hasilnya. Dari perjumpaan ini, firman Tuhan mendorong saya untuk hidup lebih bergantung kepada Tuhan setiap hari. Mulai dari hal kecil sampai keputusan besar yang saya ambil, belajar untuk tidak terburu-buru, lebih memilih mendengar suara Tuhan lewat firman, dan percaya kalau Tuhan yang setia bakal meluruskan jalan hidup saya, selangkah demi selangkah, sesuai waktu dan kehendak-Nya.
Sabtu 14 Februari 2026
Judul Perikop: *Menyerahkan Setiap Langkah Hidupku kepada Tuhan Setiap Hari*
Lectio Divina dari Kitab Mazmur 37:5 “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
Ayat ini sangat nyata untuk kehidupan sehari-hari saya. Saat saya bangun pagi, menghadapi tugas, pekerjaan, pelayanan, relasi, atau keputusan kecil sekalipun, ayat ini juga mengingatkan bahwa saya tidak pernah berjalan sendirian. Ketika ada tekanan, rasa takut gagal, atau kekhawatiran tentang masa depan, Tuhan tidak meminta saya untuk memikirkan semuanya sendirian, tetapi melainkan saya menyerahkannya semuanya kepada Tuhan. Menyerahkan berarti saya tetap belajar, bekerja, melayani, dan berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hati saya tidak dikuasai cemas karena saya percaya Tuhan yang akan mengatur semua hasilnya. Dalam doa saya bisa berkata, “Tuhan, hari ini aku serahkan setiap langkahku, perkataanku, dan keputusanku kepada-Mu.” Menghidupi atau meneladani firman ini membuat sata akan lebih tenang saat rencana saya berubah, lebih sabar dalam proses, dan lebih percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di dalam kehidupan saya. Saya yakin untuk hidup saya setiap hari, saya tetap setia melakukan bagian dari proses saya, saya tidak akan dikuasai oleh ketakutan, dan percaya kalau Tuhan sedang bertindak dalam setiap harapan saya dan masa depan di dalam kehidupan saya.
10 February 2026
Percaya di Tengah Kekhawatiran (Filipi 4:6-7)
Lectio Divina dari Filipi 4:6-7 menyadarkan saya bahwa sering kali saya lebih cepat merasa cemas daripada berdoa. Ketika membaca ayat ini perlahan, terutama bagian “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun,” saya merasa seperti Tuhan sedang berbicara langsung kepada kegelisahan saya. Saya menyadari bahwa banyak kekhawatiran sebenarnya lahir karena saya ingin mengendalikan segala sesuatu sendiri. Saya takut gagal, takut mengecewakan orang lain, dan takut masa depan tidak berjalan sesuai rencana. Namun firman ini mengajarkan bahwa respons pertama orang percaya bukanlah panik, melainkan doa dan ucapan syukur. Dalam doa, saya mengakui bahwa saya sering datang kepada Tuhan setelah semuanya terasa berat, bukan sejak awal. Dalam keheningan, saya belajar bahwa damai sejahtera Tuhan bukan berarti masalah langsung hilang, tetapi hati yang tetap tenang karena percaya Tuhan bekerja. Dari perenungan ini, saya memutuskan untuk melatih diri menyerahkan setiap kekhawatiran dalam doa, sehingga hidup saya tidak dikuasai rasa takut, tetapi dipenuhi damai yang berasal dari Tuhan.
12 February 2026
Belajar Mengampuni (Kolose 3:13)
Lectio Divina dari Kolose 3:13 membuat saya merenungkan betapa sulitnya mengampuni ketika hati terluka. Saat membaca bagian “Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian,” saya tersentuh karena sering kali saya ingin diampuni, tetapi tidak selalu siap mengampuni orang lain. Saya menyadari bahwa ego dan rasa sakit sering membuat saya menyimpan kepahitan. Ayat ini menantang saya untuk melihat bahwa pengampunan bukan soal siapa yang lebih benar, tetapi tentang ketaatan dan kasih. Dalam doa, saya mengakui bahwa saya belum sepenuhnya rela melepaskan luka yang pernah saya alami. Dalam keheningan, saya memahami bahwa mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi membebaskan hati dari beban. Dari perenungan ini, saya ingin belajar melepaskan kepahitan sedikit demi sedikit, supaya hidup saya tidak dikuasai luka masa lalu, melainkan dipenuhi kasih yang memulihkan.
14 February 2026
Setia dalam Hal Kecil (Lukas 16:10)
Lectio Divina dari Lukas 16:10 menyadarkan saya bahwa kesetiaan tidak dimulai dari perkara besar, tetapi dari hal-hal kecil yang sering saya anggap sepele. Ketika membaca ayat ini, saya merasa ditegur karena terkadang saya ingin dipercaya dalam hal besar, tetapi belum tentu konsisten dalam tanggung jawab kecil sehari-hari. Saya ingin hasil yang besar, tetapi kurang disiplin dalam proses. Firman ini mengajarkan bahwa Tuhan melihat kesetiaan, bukan hanya pencapaian. Dalam doa, saya mengakui bahwa saya masih sering menunda, kurang sungguh-sungguh, dan tidak maksimal dalam tanggung jawab kecil. Dalam keheningan, saya belajar bahwa karakter dibentuk dari kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan setia. Dari perenungan ini, saya memutuskan untuk lebih bertanggung jawab dalam tugas-tugas kecil, karena saya percaya kesetiaan hari ini akan mempersiapkan saya untuk hal yang lebih besar di masa depan.
Alexa Dwi Octa Sihotang
Selasa, 10 Februari 2026
Lectio Divina dari Mazmur 146:2
Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Ayat firman Tuhan ini sangat menyentuh hati saya, karena dalam kalimat tersebut terdapat makna yang besar dalam hidup saya. Saya mau memakai hidup saya hanya untuk Tuhan, selagi saya ada dan saya mau memakai hidup saya untuk memuliakan Tuhan melalui pelayanan saya. Dan bermazmur bagi Tuhan selama saya hidup dengan berdoa dan mengucap syukur.
Dulu saya orang yang pemalas dalam mengasah kemampuan saya, selalu menunda waktu belajar. Kemudian saya melihat seorang pelayanan gereja yang senantiasa melayani Tuhan dengan segenap hatinya, mulai saat itu saya terinspirasi untuk mau belajar bagaimana menjadi pelayan yang baik, dan saya mulai belajar mengasah kemampuan saya yaitu menjadi pemusik dengan tujuan untuk melayani Tuhan. Sampai saat ini Tuhan masih memakai hidup saya untuk melayani Nya.
Tetapi ketika menjalani pelayanan itu banyak tantangan yang saya hadapi, terkadang saya ragu pada diri saya apakah saya bisa melakukan itu semua? dengan itu saya berdoa kepada Tuhan untuk percaya diri bahwa Tuhan menolong saya.
Sabtu, 14 Februari 2026
Lectio Divina dari Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Ayat ini menyadarkan saya bahwa Tuhan selalu mengasihi saya dan ayat firman ini memberikan makna yang sangat dalam bagi saya. Walaupun saya adalah manusia yang tidak terlepas dari dosa, Tuhan tetap menunjukkan kasih-Nya kepada saya, dengan saya ada sampai sekarang bukti kasih Tuhan nyata dalam hidup saya.
Terkadang saya berpikir apakah saya layak menerima kasih Tuhan? kenyataan nya saya manusia berdosa yang sering mendukakan hati Tuhan. Banyak dosa yang telah saya perbuat, tetapi melalui pengorbanan Tuhan Yesus, saya mau belajar untuk melakukan hal yang positif dan tetap percaya kepada Tuhan untuk memperkuat iman saya dan merubah sifat dan karakter saya untuk menjadi lebih baik.
dari ayat ini saya mengerti bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya dalam keadaan apapun sekalipun saya berdosa Tuhan tetap menolong saya.
Minggu, 15 Februari 2026
Lectio Divina dari Kolose 3:13
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
Ayat ini saya renungkan, karena pada saat ini saya sulit untuk sabar dalam menghadapi setiap perbedaan sifat dan karakter orang lain, saya juga sulit untuk mengampuni ketika ada orang lain membuat saya sakit hati baik dari perkataan ataupun perbuatan. Hal tersebut masi sulit untuk saya terapkan dalam kehidupan saya, terlalu banyak yang di pendam dalam hati sampai pada akhirnya hati saya semakin keras untuk melakukan hal tersebut. Tetapi Tuhah tidak mau saya hidup dalam kebencian, karena hal itu semakin buruklah hubungan saya dengan orang lain dan hati saya pun semakin tidak baik. ketika saya membaca ayat ini, saya sadar bahwa hidup dalam kedamaian Tuhan itu menyenangkan. Perubahan dalam diri saya pada saat ini masi dalam proses untuk bisa menerima apa yang terjadi dan apa yang saya hadapi, Tuhan pasti menuntun saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan kehendak Tuhan.
Dari ayat ini saya mau belajar untuk lebih sabar dan mau mengampuni orang lain sama seperti Tuhan yang telah mengampuni segala kesalahan saya.
Amsal 23:18 karena masa depan singgah ada dan harapan mu tidak akan hilang.
Ayat ini menguatkan saya agar saya terus semangat dalam perkuliahan saya, terkadang saya hampir menyerah dengan kehidupan saya. Tetapi saya selalu ingat ayat ini. Ayat ini juga adalah ayat yg penting bagi anak muda supaya tidak gampang menyerah dalam kehidupan mereka
Matius 11:28
Marilah kepada ku semua yang letih ke sih dan berbeban berat aku akan memberikan kelemahan kepada mu.
Ayat ini merupakan ayat yang sangat menyentuh pikiran kita hati. Kita krna di katakan marilah kepadaku semua yang letih lesu aku akan memberikan kelegaan kepadamu, artinya itu TUHAN yang sendiri berbicara terhadap kita, kadang saya merasa lelah tdk mampu dengan semua yang saya alami dalam kehidupan saya, tetap ayat ini menguatkan saya untuk selalu kuat dan mempunyai iman yang kokoh dalam hidup Saya.saya percaya bahwa Tuhan itu tidak pernah meninggalkan saya di saat saya rapuh dan saya jatuh.
Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup Yang kekal, ayat ini sangat sangat menegur saya, kata karena begitu besar kasih Allah , sangat luar biasa Allah itu mengasihi kita tanpa dia lihat kita ini siapa, dia Allah yang adil dan Allah yang penuh kuasa . Dia mau kita saling mengasihi satu sama lain seperti dia, suppaya kita yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal itu adalah janji Allah kepada kita anak anak nya .
Nama: Jelita Octavia Simamora
Hari kamis tanggal 12 Februari 2026
Lectio
Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Meditatio : Pertumbuhan.
Oratio
Melalaui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya bertumbuh bukan hanya secara fisik, melainkan juga bertumbuh secara iman, mengajarkan saya untuk bertumbuh didalam kedewasaan, mencapai pertumbuhan iman dan pengetahuan yang benar sesuai dengan kepenuhan Kristus. Dengan pertumbuhan ini saya berkomitmen memampukan iman dan pengetahuan saya bertumbuh sesuai dengan tentang anak Allah dengan kepenuhan Kristus.
Hari Jumat tanggal 13 Februari 2026
Lectio
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Meditatio : Menyelamatkan.
Oratio
Melalui firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya jika kita mengikut Tuhan dan memikul salib-NYA, maka Tuhan akan menyelamatkan nyawa kita dari dosa dan maut. Dan saya juga merasakan bahwa saya, telah diselamatkan oleh TUhan lewat pengorbanan Tuhan dikayu salib, untuk menebus dosa saya. Dan saya berkomitmen untuk tetap setia dan mengikut Tuhan.
Hari sabtu tanggal 14 Februari 2026
Lectio
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Meditatio : Babtis.
Oratio
Melalui Firman Tuhan yang saya baca, bahwasannya kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, untuk mendapatkan baptisan yang sesungguhnya dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dengan menjadikan bangsa sebagai murid-murid-NYA. Lewat baptisan yang saya terima, saya berkotmitmen, untuk tetap setia menjadi murid-murid Tuhan.
Nama : Jelita Octavia Simamora
Hari Senin tanggal 16 februari 2026
Lectio
Amsal 17:17Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesusahan.
Meditatio:
Saya sering sekali berfikir Apakah saya sudah menjadi sahabat yang setia bagi orang lain? Apakah saya sudah menaruh kasih setiap waktu kepada sahabat saya atau kepada orang lain, tidak hanya dalam waktu baik, tetapi juga dalam waktu sulit?
Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering kali sibuk dengan urusan saya sendiri dan lupa untuk menaruh kasih kepada orang lain. saya lupa bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kesulitan yang berbeda-beda. Saya sadar bahwa saya dapat menjadi alat kasih Tuhan bagi orang lain.
Oratio
Tuhan, aku ingin menjadi sahabat yang setia dan menaruh kasih setiap waktu. Aku ingin menjadi alat kasih-Mu bagi orang lain. Tolonglah aku untuk selalu ingat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kesulitan yang berbeda-beda. Tolonglah aku untuk selalu siap membantu dan menaruh kasih kepada orang lain, tidak hanya dalam waktu baik, tetapi juga dalam waktu sulit. Aku ingin menjadi saudara bagi orang lain, seperti yang Engkau lakukan bagi aku. Aku ingin menunjukkan kasih Mu kepada dunia ini. Tolonglah aku untuk selalu berjalan dalam kasih dan kebenaran Mu.
Hari Selasa tanggal 17 Februari 2026
Lectio
Matius 22:37-40
"Jawab Jesus: 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.'"
Meditatio
Tentang Kasih
Oratio
Melalui pembacaan alkitab dalam matius 23:37-40, aku sering mengatakan kepada Tuhan, aku ingin mengutamakan kasih kepada Mu dan kasih kepada sesama dalam kehidupan ku. Aku ingin menunjukkan kasih Mu kepada dunia ini. Tolonglah aku untuk selalu ingat bahwa kasih adalah hukum yang terutama dan yang pertama. Tolonglah aku untuk selalu mengaplikasikan kasih dalam kehidupan ku sehari-hari.
Hari Rabu 18 Februari 2026
Lectio
Filippi 4:13
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi aku kekuatan."
Meditatio
Kepercayaan kepada Tuhan dapat menguatkan diri
Oratio
Tuhan, aku ingin percaya bahwa Engkau dapat membantu aku dalam setiap kesulitan. Aku ingin mengaplikasikan kekuatan Mu dalam kehidupan ku. Tolonglah aku untuk selalu ingat bahwa aku tidak sendirian dan bahwa Engkau selalu ada bersama aku. Tolonglah aku untuk selalu percaya pada kekuatan-Mu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan ku sehari-hari.
Lictio Divina (Rabu 18 Februari 2026)
Mazmur 34 : 19
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
Hari ini saya membaca ayat yang mengatakan bahwa Tuhan dekat kepada orang-orang yang patah hati. Waktu saya membacanya pelan-pelan, rasanya seperti Tuhan memahami bagian hati saya yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Ayat ini sederhana, tetapi terasa sangat pribadi.
Saya sadar bahwa tidak semua luka bisa saya ceritakan. Ada kekecewaan, ada rasa lelah, ada hal-hal yang saya simpan sendiri. Kadang saya merasa harus tetap terlihat baik-baik saja. Tapi ayat ini seperti berkata bahwa Tuhan tidak menunggu saya kuat dulu. Justru ketika hati saya rapuh, Tuhan dekat.
Saya membayangkan Tuhan tidak menjauh dari saya saat saya sedih. Justru Dia hadir lebih dekat. Itu membuat saya merasa diterima, bahkan dalam keadaan yang tidak sempurna. Saya belajar bahwa patah hati bukan tanda Tuhan meninggalkan saya, tetapi kesempatan untuk merasakan kedekatan-Nya.
Dalam doa, saya tidak banyak berkata-kata. Saya hanya diam dan membiarkan Tuhan tahu isi hati saya. Saya serahkan rasa lelah dan kecewa yang saya rasakan. Rasanya seperti beban saya tidak hilang seluruhnya, tetapi menjadi lebih ringan.
Hari ini saya mau menyimpan satu kalimat dalam hati saya dan Tuhan dekat saat hati saya rapuh.
Lictio Divina (Jum'at 20 Februari 2026)
Filipi 4 : 6–7
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Hari ini saya membaca tentang tidak perlu khawatir, tetapi membawa segala sesuatu dalam doa. Waktu saya baca perlahan, saya merasa ayat ini seperti mengajak saya berhenti sejenak dari pikiran yang ramai.
Saya sadar bahwa kekhawatiran sering datang diam-diam. Kadang kecil, tetapi lama-lama memenuhi pikiran saya. Saya memikirkan banyak kemungkinan yang belum tentu terjadi. Ayat ini tidak berkata bahwa masalah tidak hilang, tetapi mengajak saya membawa semuanya kepada Tuhan.
Saya belajar bahwa doa bukan hanya kewajiban rohani, tetapi tempat saya menaruh beban. Janji tentang damai sejahtera yang melampaui akal itu membuat saya berpikir bahwa ketenangan tidak selalu berasal dari situasi yang aman, tetapi dari hati yang dijaga Tuhan.
Dalam doa, saya menyebut satu per satu hal yang membuat saya khawatir. Saya tidak menahan-nahan. Setelah itu, saya mencoba diam dan menarik napas pelan. Ada rasa tenang yang muncul, walaupun tidak langsung sempurna.
Hari ini saya mau menyimpan satu kalimat di hati saya: kekhawatiran boleh datang, tetapi tidak perlu tinggal. Saya mau belajar membawa semuanya kepada Tuhan dan membiarkan damai-Nya menjaga hati dan pikiran saya.
Rabu, 18 Februari 2026
Saya baca dari Roma 15 : 13
Hari ini saya merenungkan Roma 15 : 13 yang mengingatkan bahwa Allah adalah sumber pengharapan yang memenuhi saya dengan sukacita dan damai sejahtera dalam Tuhan. Firman ini meneguhkan saya bahwa pengharapan sejati bukan berasal dari keadaan yang baik baik saja, tetapi dari Tuhan sendiri. Disaat saya percaya kepada Tuhan, Tuhan yang mengisi hati saya dengan damai sekalipun situasi tidak selalu mudah. Melalui firman ini saya berdoa agar Tuhan terus memenuhi hati saya dengan sukacita dan damai, serta menolong saya untuk tetap berharap kepada-Nya dalam segala keadaan. Saya mau belajar berdiam di hadapan Tuhan dan mempercayakan masa depan saya sepenuhnya ke dalam tangan-Nya.
Sabtu, 21 Februari 2026
Saya baca dari 2 Korintus 4 : 6
Hari ini saya merenungkan 2 Korintus 4 : 6 yang berkata bahwa Allah yang berfirman terang bercahaya dari dalam kegelapan juga menerangi hati saya. Firman ini mengingatkan saya bahwa Tuhan sanggup menerangi bagian hidup saya yang gelap. Disaat saya merasa lemah atau tidak tahu arah, Tuhan tetap bekerja memberi terang dalam hidup saya supaya saya semakin mengenal Dia. Melalui firman ini saya berdoa agar Tuhan terus menerangi hati dan pikiran saya, sehingga saya dapat hidup dalam terang Tuhan setiap harinya. Saya mau belajar tenang di hadapan Tuhan dan membuka hati supaya terang Tuhan terus memimpin langkah hidup saya.
DENTI
Sabtu 21 febuari 2026
Perikop yang digunakan: Lukas 11:9
" Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Teks yang Dipakai
Lukas 11:9 merupakan bagian dari pengajaran Yesus tentang doa. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah adalah Bapa yang terbuka dan penuh kasih, yang mengundang umat-Nya untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan. Tiga kata kerja yang digunakan Yesus—meminta, mencari, dan mengetok—menunjukkan sikap aktif dan relasi yang terus-menerus dalam doa. Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kebergantungan kepada Allah yang hidup.
Kata/Frasa yang Muncul
Kata yang paling menonjol bagi saya adalah “mintalah”. Kata ini menunjukkan keberanian untuk datang kepada Tuhan dengan kejujuran dan kerendahan hati. Selain itu, rangkaian kata “mintalah, carilah, ketoklah” menyadarkan saya bahwa doa bukan tindakan pasif, tetapi proses iman yang terus dijalani dengan kesetiaan.
Doa/Respons
Tuhan Yesus, sering kali aku ragu untuk datang kepada-Mu dalam doa. Aku takut doaku tidak didengar atau tidak dijawab sesuai harapanku. Melalui firman-Mu hari ini, Engkau mengajarku untuk berani meminta, mencari kehendak-Mu, dan mengetok pintu kasih karunia-Mu. Ajarlah aku untuk setia berdoa dan percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang baik. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya duduk diam di hadapan Tuhan dan mengulang ayat ini perlahan di dalam hati. Saya merasakan dorongan untuk lebih terbuka kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia mendengar setiap doa saya, meskipun jawabannya tidak selalu langsung terlihat.
Aplikasi/Aksi
Saya berkomitmen untuk lebih tekun dalam doa, tidak mudah menyerah ketika jawaban belum datang, dan tetap percaya bahwa Tuhan bekerja dalam setiap proses yang saya jalani
DENTI
Jumat 20 febuari 2026
Perikop yang digunakan: Kolose 2:7
“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Teks yang Dipakai
Kolose 2:7 menegaskan pentingnya kehidupan iman yang berakar di dalam Kristus. Rasul Paulus mengingatkan jemaat agar tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran lain, melainkan terus bertumbuh dalam iman yang benar. Iman Kristen digambarkan sebagai bangunan yang kokoh, yang hanya dapat berdiri teguh jika fondasinya adalah Kristus sendiri.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “berakar di dalam Dia” sangat menyentuh hati saya. Kata “berakar” menggambarkan hubungan yang dalam dan tidak dangkal dengan Kristus. Selain itu, kata melimpah dengan syukur mengingatkan saya bahwa iman yang bertumbuh akan terlihat melalui sikap hati yang penuh ucapan syukur, bukan keluhan.
Doa/Respons
Tuhan, aku mengaku bahwa imanku sering dangkal dan mudah goyah ketika menghadapi tantangan hidup. Aku ingin memiliki iman yang berakar kuat di dalam Engkau. Tolong aku agar terus bertumbuh, diteguhkan dalam iman, dan memiliki hati yang penuh syukur dalam setiap keadaan. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya membayangkan diri saya seperti pohon yang akarnya semakin masuk ke dalam tanah. Saya merasakan ketenangan dan keyakinan bahwa selama saya melekat kepada Kristus, hidup saya akan tetap kokoh.
Aplikasi/Aksi
Saya akan berusaha memperdalam iman melalui doa, pembacaan firman, dan sikap hidup yang bersyukur, agar kehidupan rohani saya semakin berakar di dalam Kristus.
17 Februari 2026
Tetap Berpengharapan (Roma 12:12)
Lectio Divina dari Roma 12:12 menyadarkan saya bahwa hidup orang percaya tidak lepas dari tekanan, tetapi selalu punya alasan untuk berharap. Saat membaca bagian “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa,” saya merasa ditegur karena sering kali saya ingin bersukacita tanpa melalui proses kesabaran. Saya ingin doa cepat dijawab, ingin masalah cepat selesai.
Namun ayat ini menunjukkan bahwa pengharapan bukan perasaan sesaat, melainkan sikap hati yang terus bertahan di tengah kesesakan. Dalam doa, saya mengakui bahwa saya sering kehilangan semangat ketika keadaan tidak berubah. Dalam keheningan, saya belajar bahwa pengharapan sejati lahir dari keyakinan bahwa Tuhan tetap bekerja meskipun saya belum melihat hasilnya. Dari perenungan ini, saya ingin belajar bertahan dan tidak mudah menyerah, karena pengharapan dalam Tuhan tidak pernah sia-sia.
20 Februari 2026
Hidup dalam Hikmat (Yakobus 1:5)
Lectio Divina dari Yakobus 1:5 membuat saya merenungkan betapa seringnya saya mengandalkan pemikiran sendiri sebelum bertanya kepada Tuhan. Saat membaca bagian “Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,” saya tersadar bahwa Tuhan tidak menutup diri terhadap permintaan saya. Justru Dia rindu memberi hikmat dengan murah hati.
Saya menyadari bahwa banyak keputusan saya diambil dengan tergesa-gesa, tanpa benar-benar mencari kehendak Tuhan. Dalam doa, saya mengakui bahwa saya kadang lebih percaya pada logika saya daripada pimpinan Tuhan. Dalam keheningan, saya belajar bahwa meminta hikmat bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kerendahan hati. Dari perenungan ini, saya ingin membiasakan diri datang kepada Tuhan sebelum mengambil keputusan, supaya hidup saya dipimpin oleh hikmat-Nya, bukan hanya oleh keinginan saya sendiri.
Ananda
Melalui firman ini mengingatkan saya bahwa setiap proses Tuhan selalu menolong.
Ayub 23:10 berbunyi, Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Ayat ini diucapkan Ayub di tengah penderitaan yang berat. Ia kehilangan harta, keluarga, dan kesehatannya, serta tidak mengerti alasan penderitaannya. Namun di tengah kebingungan dan rasa sakit, Ayub tetap menyatakan iman bahwa Tuhan mengetahui jalan hidupnya dan bahwa penderitaan yang ia alami bukanlah tanpa tujuan,ini menyentuh hati saya, Frasa ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun bagian hidup saya yang tersembunyi dari Tuhan. Selain itu, kata diuji dan "timbul seperti emas" memberi pengertian bahwa penderitaan dapat menjadi sarana pemurnian iman, bukan sekadar hukuman.Tuhan, sering kali aku bertanya mengapa aku harus mengalami hal-hal sulit dalam hidupku. Aku mengaku bahwa dalam penderitaan, imanku mudah goyah dan aku mulai meragukan kehadiran-Mu. Melalui firman ini, Engkau mengingatkanku bahwa Engkau mengetahui setiap jalan hidupku. Tolong aku untuk percaya bahwa setiap proses yang Engkau izinkan memiliki tujuan yang baik. Bentuklah aku melalui setiap ujian agar imanku menjadi murni seperti emas. Amin.Dalam keheningan, saya merenungkan perjalanan hidup saya, termasuk luka dan kegagalan yang pernah saya alami. Saya merasakan ketenangan ketika menyadari bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas hidup saya. Ada keyakinan baru bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun saya belum memahami hasil akhirnya.
Saya akan belajar bersabar dan tetap setia kepada Tuhan dalam masa-masa sulit, serta berusaha melihat penderitaan sebagai proses pembentukan iman, bukan sebagai tanda ditinggalkan Tuhan.
Yosua 1:9 merupakan firman Tuhan yang berisi perintah sekaligus penguatan bagi Yosua: *“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.
Ayat ini diucapkan ketika Yosua menerima tanggung jawab besar memimpin bangsa Israel menggantikan Musa.
Frasa janganlah kecut dan tawar hati sangat menegur saya. Dalam menghadapi tantangan hidup dan studi, saya sering merasa takut gagal dan kehilangan keberanian. Selain itu, frasa Tuhan menyertai engkau memberi jaminan bahwa saya tidak berjalan sendirian.
Tuhan, aku mengaku bahwa aku sering merasa tidak mampu dan takut menghadapi tanggung jawab yang ada di depanku. Aku mudah berkecil hati ketika menghadapi tekanan dan tantangan. Melalui firman ini, Engkau mengingatkanku untuk kuat dan berani karena Engkau selalu menyertaiku. Tolong aku agar tidak dikuasai oleh rasa takut, melainkan percaya pada penyertaan-Mu.
Dalam keheningan, saya membayangkan diri saya melangkah maju dengan Tuhan berjalan di samping saya. Rasa takut perlahan berkurang dan digantikan dengan keyakinan bahwa Tuhan memberi kekuatan yang saya butuhkan.Saya berkomitmen untuk menghadapi setiap tanggung jawab dengan keberanian dan doa, serta mengingat bahwa Tuhan menyertai saya di setiap langkah hidup.
Lectio Divina (—)
1 Petrus 5:7
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Hari ini aku membaca ayat tentang menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan. Saat kubaca perlahan, aku merasa ayat ini seperti mengingatkanku bahwa aku tidak harus memikul semuanya sendiri.
Aku menyadari bahwa kekhawatiran sering muncul tanpa aku rencanakan. Kadang tentang masa depan, kadang tentang hal-hal kecil yang terus kupikirkan. Semakin kupendam, semakin berat rasanya. Ayat ini mengajakku bukan untuk melawan kekhawatiran dengan kekuatanku sendiri, tetapi untuk menyerahkannya kepada Tuhan.
Aku belajar bahwa menyerahkan bukan berarti lari dari masalah, tetapi mengakui bahwa aku membutuhkan pertolongan. Kalimat “Ia yang memelihara kamu” membuatku sadar bahwa Tuhan bukan hanya menerima ceritaku, tetapi juga peduli dan menjaga hidupku.
Dalam doa, aku menyebutkan satu per satu hal yang membuatku cemas. Aku tidak menutupinya. Aku berkata jujur tentang apa yang kutakutkan dan apa yang belum kumengerti. Setelah itu, aku mencoba diam sejenak dan menarik napas pelan. Ada rasa ringan yang mulai kurasakan, walaupun belum sepenuhnya hilang.
Hari ini aku mau menyimpan satu kalimat di hatiku:
kekhawatiran boleh datang, tetapi tidak harus kupikul sendirian.
Aku mau belajar menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia yang memelihara hidupku.
LECTIO DIVINA
Nama : Alexa Dwi Octa Sihotang
Sabtu, 21 Februari 2026
Saya membaca dari Filipi 4:6
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Dalam ayat ini saya diajak untuk merenungkan firman Tuhan yang berkata agar kita tidak kuatir tentang apapun serta apa yang menjadi keinginan dan pergumulan yang saya doakan kepada Tuhan misalnya bagaimana masa depan saya nantinya apakah akan terwujud atau tidak.
Ayat firman ini meneguhkan saya bahwa Tuhan Allah selalu berada dalam hati saya, terkadang kekuatiran itu membuat pikiran saya berlebihan, padahal kekuatiran itu belum tentu terjadi. Dari ayat ini saya belajar untuk selalu berdoa dan menyerahkan semua beban saya kepada Tuhan dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan.
Minggu, 22 Februari 2026
Saya membaca dari Matius 6:14
“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.”
Setelah saya membaca ayat ini berulang kali, saya tertuju pada kata “mengampuni”.
Saya sulit untuk mengampuni, padahal Tuhan lebih dulu mengampuni saya. Ayat ini mengingatkan saya bahwa pengampunan itu adalah bukti kasih Tuhan. Dalam ayat ini juga saya diajarkan untuk berdoa agar diberikan kedamaian dan kekuatan untuk melepaskan kepahitan yang dirasakan serta hati yang luas untuk mengampuni. Ayat ini mengajak saya untuk menerapkan firman ini dalam kehidupan sata yaitu dengan berdoa bagi orang yang melukai hati saya dan belajar untuk berdamai.
Kintania Dara Puspita
Lectio Devina Yohanes pasal 15
Setelah membaca beberapa kali pasal ini, saya terenyuh saat membaca ayat 16, yang mana tertulis "bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih Kamu". Hal ini mengingatkan bahwa dahulu saya tak mengenal siapa itu Tuhan bahkan tak percaya siapa itu Tuhan. belasan tahun dimulai sejak kelas 4 SD saya sudah tak mempercayai adanya Tuhan, dari sini saya sangat bersyukur bahwa Allah memilih saya menjadi anakNya dan menyelamatkan saya dari lembah bayang maut dan memulihkan hati saya, dan mulai berdamai dengan apa yang telah terjadi dan mempercayai rancanganNya yang penuh kuasa. Dari ayat ini juga saya belajar bahwa sejauh apapun manusia pergi, Tuhan akan terus bersamanya, Bahkan Tuhan akan memanggil orang yang dipilihNya untuk menjadi anakNya yang Ia kasihi.
Gracecia Lubis
Rabu, 18 Februari 2026
Nats yang dibaca : Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Kalimat yang dibaca berulang kali : "Jangan kuatir" "damai sejahtera Allah melampaui segala akal"
Setiap hari sebagai manusia, saya pastinya memiliki banyak kekuatiran. Namun saya mau terus belajar untuk percaya dan menyerahkan hidup saya sepenuhnya kepada Tuhan. Karena diatas segala kekuatiran saya, kuasa Tuhan jauh lebih besar. Saya percaya masa depan saya aman dalam tangan Tuhan.
Doa yang diucapkan : “Tuhan, aku membawa semua kekuatiranku kepada-Mu. Ajari aku untuk percaya dan bersyukur dalam segala keadaan. Penuhi aku dengan damai-Mu.”
Jumat, 20 Februari 2026
Nats yang dibaca : Ratapan 3:22-23 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Bersyukur karena berkat dan kasih Tuhan senantiasa memelihara hidup saya. Hingga pada saat ini saya masih bisa ada dan beraktivitas, semua karena kasih Tuhan.
Doa yang diucapkan :
“Tuhan, terima kasih karena kasih setia-Mu tidak pernah habis. Berikan aku semangat baru hari ini dan hati yang penuh pengharapan.”
Samuel Owen
Sabtu , 21 Februari 2026
Nats yang dibaca : Mazmur 23 : 1 " Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku "
Kalimat yang dibaca berulang kali : " Tuhan adalah Gembalaku " Setiap saya merenungkan ayat ini saya sadar saya ada hingga saat ini karena Kasih-Nya, Tuhan bukan hanya pemberi Berkat bagi saya, Namun Tuhanlah yang menuntun saya.
Doa yang diucapkan : Tuhan ajar ketika dalam ketakutan Tuhan engkau ada bersama denganku Amin.
Minggu , 22 Februari 2026
Nats yang dibaca : Matius 11 : 28 "Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan Kepadamu "
Kalimat yang dibaca berulang kali : " Aku akan memberi kelegaan Kepadamu " Setiap hari saya merasakan lelah karena kesibukan tugas dan lainnya tetapi saya terus bersemangat didalam Tuhan karena saya tau ini adalah Proses saya
Doa yang diucapkan : Saya berdoa kepada Tuhan , Hadirlah engkau Tuhan selalu menyertai aku dalam setiap aktivitas dan Perkuliahan dan dalam setiap hal yang aku kerjakan kekuatan berasal dari pada-Nya
Nama : Butet Denti arabela
Nim : 2501102
Matkul : Formasi spritual
Hari selasa
Perikop: Filipi 4:6
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Teks yang Dipakai
Dalam Filipi 4:6, Rasul Paulus menasihatkan jemaat agar tidak dikuasai oleh kekuatiran. Sebaliknya, mereka diajak untuk membawa segala sesuatu kepada Allah melalui doa dan permohonan yang disertai ucapan syukur. Ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah respons iman terhadap kecemasan hidup.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “janganlah kamu kuatir” sangat menegur saya. Kekuatiran sering menjadi respons pertama saya ketika menghadapi masalah. Namun firman ini mengajarkan bahwa kekuatiran harus digantikan dengan doa dan rasa syukur.
Doa/Respons
Tuhan, aku sering membiarkan pikiranku dipenuhi oleh kecemasan. Aku lupa bahwa Engkau memelihara hidupku. Ajarlah aku untuk datang kepada-Mu dalam doa setiap kali kekuatiran muncul, dan mengucap syukur karena Engkau tetap memegang kendali atas hidupku. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya menyerahkan satu per satu kekuatiran saya kepada Tuhan. Saya merasakan beban hati menjadi lebih ringan dan ada ketenangan yang perlahan memenuhi pikiran saya.
Aplikasi/Aksi
Saya akan mengganti setiap kekuatiran dengan doa singkat dan ucapan syukur, terutama saat pikiran mulai dipenuhi rasa takut.
Hari rabu
Perikop: Yakobus 1:22
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”
Teks yang Dipakai
Yakobus menegaskan bahwa iman yang sejati tidak berhenti pada mendengar firman, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Firman Tuhan bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “pelaku firman” sangat menyentuh hati saya. Saya menyadari bahwa saya sering menikmati membaca dan mendengarkan firman, tetapi belum tentu melakukannya dengan konsisten.
Doa/Respons
Tuhan, ampunilah aku jika aku hanya menjadi pendengar firman tanpa perubahan nyata dalam hidupku. Tolong aku agar firman-Mu sungguh-sungguh membentuk karakter dan tindakanku setiap hari. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya merenungkan apakah hidup saya sudah mencerminkan firman yang saya pelajari. Ada dorongan kuat dalam hati untuk lebih sungguh dalam ketaatan.
Aplikasi/Aksi
Saya akan berusaha mempraktikkan satu kebenaran firman setiap hari dalam tindakan nyata, baik dalam sikap maupun perkataan.
Hari Kamis
Perikop Ibrani 12:11
“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”
Teks yang Dipakai
Ibrani 12:11 menjelaskan bahwa didikan Tuhan sering kali terasa tidak menyenangkan pada awalnya. Namun, proses tersebut bertujuan untuk menghasilkan buah kebenaran dan damai sejahtera dalam kehidupan orang percaya.
Kata/Frasa yang Muncul
Frasa “buah kebenaran” memberi harapan bagi saya. Penderitaan dan disiplin bukanlah sia-sia, tetapi bagian dari pembentukan rohani yang membawa kedewasaan iman.
Doa/Respons
Tuhan, aku mengaku bahwa aku sering menolak proses pembentukan yang Engkau izinkan dalam hidupku. Ketika menghadapi teguran atau kesulitan, aku mudah mengeluh. Ajarlah aku menerima didikan-Mu dengan hati yang terbuka, karena aku percaya Engkau membentukku menjadi pribadi yang lebih serupa dengan kehendak-Mu. Amin.
Pengalaman Keheningan
Dalam keheningan, saya memikirkan pengalaman sulit yang pernah saya alami. Saya mulai melihat bahwa melalui proses tersebut, Tuhan membentuk kesabaran dan keteguhan dalam diri saya.
Aplikasi/Aksi
Saya akan belajar menerima proses pembentukan Tuhan dengan sikap yang lebih dewasa dan percaya bahwa setiap didikan-Nya bertujuan membawa kebaikan.
Posting Komentar